Senin, 10 Juni 2013

Learn to forgive.

Haiii! Udah lama rasanya gak curhat di blog ini, hahahaha. Alhamdulillah my life still the best lah right now, God is good, hidupku masih yg terbaik sampe sekarang!!! Alhamdulillah udah lulus dari SMP wihihihi~>< ciee bentar lagi bakal pake putih abu-abu. Gak kerasa dan gak nyangka banget udah sampe di titik di mana diharuskan seseorang makin dewasa lagi #eaa, dan sampe sekarang progress nulis buku baru masih ngandet-ngandet, mohon doanya aja yaa!

Okee, di post kali ini... Jadi ceritanya yaa lagi sedih banget huahahaha. Kadang di hidup kita itu... Ada aja orang yang dengan mudah menyakiti hati kita, padahal kita aja nggak kenal, tapi kata-katanya dan perbuatannya itu hurtful sekalih-_- Kalo kata orang sih... "mana ada orang lagi ngelakuin sesuatu yang bakal nyakitin orang lain, tapi dia mikir "dia gimanaya perasaannya kalo gue kayak gini"," well, I hope you guys understand. Memang benar, sih, we as human pasti pernah menyakiti seseorang. For example misalnya nggak sengaja ngomong kata-kata kasar ke temen kita, yang mungkin bisa nyakitin hatinya. Pas kita ngomong itu, kita pasti gak ngebayangin kan perasaan dia kayak gimana. Bahkan kita sama sekali gak berpikir perasaan dia. Yup, di sini aku sebagai 'dia'. 
Rasanya tuh pengen cakar tembok, pergi terus gak pernah kembali. Menyakitkan banget, ngeliat orang yang kita sayang nyakitin hati kita. Bahkan orang yang gak kita sangka bakal kayak gitu. Seseorang yang kita percaya 100%. Seseorang yang kita sayang... Melebihi yang lain.

Ada getaran hebat ketika kita melihat atau mendengar sesuatu yang bikin hati kita terasa sakit. Paling sakit ya itu menahan perasaan, menahan air mata, menahan cerita. No one's there for you. No one. Mereka yang bilang akan selalu ada ketika kamu butuh. Tapi pergi, dan menganggap kita seperti angin yang lewat begitu saja. 
Kejadiannya sih sudah lumayan lama... But it wasn't something that you want to discuss, rasanya satu-satunya pertanyaan yang ada di otak tuh:

"KENAPA?"


Hiks.
What's hurt the most is when everyone you love against you... Show you that you're not worth it. And you tried your best not to hurt them, no matter what happened.
...but they choose to hurt you.
Ketika tangis hanya membuang waktu. Ketika amarah hanya membuang tenaga. Rasanya benci harus memelihara rasa sedih ini sendirian. Sometimes I just wanna fly away, go away.

"Kenapa?" Mungkin sudah berkali-kali kutanya. Kenapa tiba-tiba seperti itu? Kenapa tiba-tiba harus ada dia? Dia!

Tak ada kata-kata yang dapat membuat semuanya kembali. Butuh waktu. Tapi, aku memilih tidak. Memilih melupakan, memaafkan. Moving on. 

....
And the shocking part is ketika kita mengira semua itu telah kita lewati. Sudah selesai. Takkan ada tangis dan rasa pedih lagi. Takkan muncul rasa benci.
Namun luka itu akan selalu ada. Masih membekas jelas, dan semua kejadian yang bikin kita sakit hati... Terekam jelas di memori.

I'm stucccckkk with it. Benci banget rasanya kalo gak bisa move on. Ini bukan move on soal cowok, tapi ya soal hidup. Punya rasa sedih mendalam, dan rasa sakit abis disakitin, apalagi tiba-tiba otw jadi benci... Huaahh worst feeling. Entah ini cuma aku doang apa gimana, tapi punya rasa benci ke orang lain itu gak enak. Gak enak!!! Banget!! Life is too short to waste time hating anyone, right?

Dan rasanya... I'm just making fool of myself. I have to admit it that I kinda obsessed with her. Yup, her. -_- She doesn't even know me and I dont know her either, tapi entah dia tahu apa tidak kalau dia itu nyakitinbanget. 
Gak mau lagi, peduli sama dunia dia. Biarlah. Yang lalu, biarkanlah berlalu. I just hate her for what she did to me.


In life, we have to learn to forgive. Apapun yang orang itu lakukan kepada kita. Sometimes it's the not forgiving that holds us back. 

Maaf, tapi saya udah memutuskan untuk menghentikan ini semua.

:']

-S-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar