Kamis, 17 April 2014

My true love, the one&only.

Last year I was a student in junior high school, prepared and passed the exams to go to the senior high school. Being a senior, leader of OSIS and planned so many programme, struggling, fighting, crying, and I've become an emotional person I've ever met.
I have a boyfriend, I have an amazing best friends, and my life just so, so beautiful.
Until then, 
I really
really
really
woke up.

I don't know why I realized it so long, I really woke up and just thinking to myself:

Why I'm such a mess?

 My life's a mess. I am such a mess. Everything's is ruined. Everything's broken and I don't know what to do. For the first time in forever, I feel something that I've never felt before.
I feel broken. 
I feel so empty.
I think my life is useless.
I think I'm an idiot.
I'm hopeless, I got no one to believe in.

But something happened.
Something changed me, and I've become a better person since that.

Allah benar-benar ada, subhanallah.

Dulu aku cuma perempuan yang berjilbab namun pengetahuanku tentang agama yang kupeluk pun 0. Sholatku bolong-bolong, hafalan Al-Quran ku hilang begitu saja.
Sampai akhirnya itu semua terjadi. Bencana. Musibah. Dosa. Sesuatu buruk yang menimpa karena kesalahan diriku sendiri. Hidupku berubah menjadi kelabu, mataku menyimpan penuh rahasia yang tak sanggup aku pikul sendiri. Hidupku berubah menjadi gelap. Hidupku buntu. Hidupku berantakan. Menangis setiap malam, sampai akhirnya Ia datang.

Allah benar-benar datang, subhanallah. 

Sejak itu kuperbaiki sholatku, pelan-pelan. Kuraih sajadahku, sujud merendahkan diri di hadapanNya. Sungguh hina diriku ini, memiliki dosa yang sudah menggunung di kedua pundak. Malaikat mungkin sudah kehabisan tinta untuk menuliskan dosa-dosa yang telah kuperbuat.
Subhanallah, semenjak Allah datang, hidupku rasanya sempurna. Masalah ibaratnya hanyalah seekor semut kecil yang dapat kutakluki. Semenjak Allah datang, aku merasa kebahagiaanku telah lengkap.
Sesungguhnya, Allah selalu mengawasiku, bahkan sejak aku di dalam kandungan, bahkan mengawasi ibuku, bahkan mengawasi ibunya ibuku, dan mengawasi seluruh umat manusia&ciptaanNya.
Hanyalah aku, manusia yang tak luput dari dosa, tidak tahu diri merasa sudah cukup dan bahkan melanggar perintah serta laranganNya.
Rasanya, lubang hitam yang ada di hatiku kini hilang. Aku tidak pernah merasakan ketenangan yang lebih indah dari ini. Mengetahui bahwa Allah ada dan Allah menyayangiku, aku merasa sudah sangat bahagia.
Sedikit-sedikit aku mulai berubah. Dari batasan-batasan ku terhadap lelaki sampai aku meneguhkan prinsipku untuk tidak berpacaran sampai aku menikah nanti, memperbaiki pakaianku, memperbaiki hijabku, dan memperbaiku hubunganku dengan Penciptaku.
Sungguh, saudaraku, aku benar-benar merasakannya sendiri. Indahnya hidupku sekarang karena Allah. Sungguh aku bersyukur, karena musibah yang terjadi di diriku dulu membuatku lebih dekat dengan Tuhanku.
Ketika kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Allah akan memperbaiki segalanya :)
I realize that religion fixes a lot of things. It gives purpose to what was previously purposeless. It gives a person a meaning to their life and hope where they would have otherwise given up and there's a new sense of direction. Did it make my problems go away? No. It gave me a new way of coping and started me on a new mentality of dealing with things. So, alhamdulillah :)
Sesungguhnya, kawan, la tahzan inna Allaha ma'ana. Janganlah bersedih, Allah ada bersama kita :) Ingatlah Ia, dan Ia akan mengingatmu. Ia tak pernah melanggar janjiNya.

-S-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar